Nama : Ramadhanu Tri
Yuwana
Kelas : 3DB07
Tugas : Softskill
Sistem Informasi Akuntansi
SIA (Sistem Informasi
Akuntansi) Pada UKM (Usaha Kecil Menengah)
Pengertian UKM (Usaha
Kecil Menengah)
Usaha Kecil Menengah atau yang sering disingkat UKM
merupakan salah satu bagian penting dari perekonomian suatu negara maupun
daerah, begitu juga dengan negara Indonesia. UKM ini sangat memiliki
peranan penting dalam lajunya perekonomian masyarakat. UKM ini juga sangat
membantu negara atau pemerintah dalam hal penciptaan lapangan kerja baru dan
lewat UKM juga banyak tercipta unit unit kerja baru yang menggunakan
tenaga-tenaga baru yang dapat mendukung pendapatan rumah tangga. Selain dari
itu UKM juga memiliki fleksibilitas yang tinggi jika dibandingkan dengan usaha
yang berkapasitas lebih besar. UKM ini perlu perhatian yang khusus dan di
dukung oleh informasi yang akurat, agar terjadi link bisnis yang terarah antara
pelaku usaha kecil dan menengah dengan elemen daya saing usaha, yaitu jaringan
pasar. Usaha Kecil dan Menengah disingkat UKM adalah sebuah istilah yang
mengacu ke jenis usaha kecil yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp
200.000.000 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Dan usaha yang berdiri
sendiri.
Pengertian SIA (Sistem Informasi Akuntansi)
Sistem
adalah sekelompok unsur yang erat berhubungan satu dengan lainnya yang
berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Biasanya dibuat untuk
menangani sesuatu yang berulang kali atau yang secara rutin terjadi.
Informasi
adalah data yang berguna yang diolah sehingga dapat dijadikan sebagai dasar
untuk mengambil keputusan yang tepat. Karakteristik informasi yang realible
harus memenuhi syarat relevan, tepat waktu, akurat dan lengkap.
Sistem Informasi Akuntansi
adalah sebuah sistem yang memproses data dan transaksi guna menghasilkan
informasi yang bermafaat untuk merencanakan, mengendalikan, dan mengoperasikan
bisnis.
Sistem Informasi Akuntansi
(SIA) adalah sebuah sistem
informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Akuntansi
sendiri sebenarnya adalah sebuah sistem
informasi. Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara
lain :
- Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
- Memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
- Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
Subsistem SIA memproses berbagai
transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi
pemrosesan transaksi keuangan.
SIA terdiri dari 3 subsistem:
- Sistem pemrosesan transaksi
mendukung proses operasi bisnis harian.
- Sistem buku besar/ pelaporan keuangan
- Sistem Penutupan dan pembalikan. Merupakan pembalikan dan penutupan dari laporan yang dibuat dengan jurnal pembalik dan jurnal penutup
menghasilkan laporan keuangan, seperti
laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak.
Sistem SIA pada UKM “Kantin Ibu Sarni Sartika” di SMK
Cikarang
Nama pemilik: Sarni Sartika
Tempat, tanggal lahir : Bekasi, 05 maret 1972
Agama: Islam
Pendidikan: SD
Detail Usaha
Jenis Usaha: Usaha Kecil Menengah
Bentuk Usaha: Tempat Makan
Nama Usaha: Kantin Umi
Lokasi Usaha: Jl. Citarik, Cikarang Timur
Waktu: 06.00-17.00 WIB
Didirikan tahun: 2003(hingga sekarang)
Menu yang disediakan:
-
Makanan:
1.
Nasi Goreng RP.5000
2.
Nasi Uduk RP.5000
3.
Mie Goreng RP.6000
4.
Mie Rebus RP.6000
5.
Gorengan (bakwan, tempe, tahu, jagung) RP.1000/pcs
6.
Pisang goring RP.1000
7.
Cemilan RP.500-1000
-
Minuman:
1.
Teh (panas/dingin) RP.2000
2.
Es Jeruk (panas/dingin) RP.2000
3.
Es kelapa RP.1000
4.
Kopi RP.3000
5.
Aqua botol RP.3000
6.
Aqua gelas RP.500
7.
Bigcola RP.3500
8.
Soft drink RP.4000-6000
Asumsi Pendapatan Per Hari (Hingga Sekarang)
Modal awal RP.5.000.000
Biaya operasional total RP.35.00.000
Biaya sewa kantin RP.400.000
Gaji karyawan @ 2*800 RP.1.600.000
Belanja bahan masakan dll RP.10.000.000
Biaya tak terduga, spt penambahan peralatan RP.1.000.000
Transport RP.420.000
Omzet 1,5 jt/hari x 30
hari
RP.45.000.000
Keuntungan bersih 25% dari
omzet
RP.9.000.000
Sejarah Perkembangan Usaha
Pertama-tama
didirikanlah sekolah menengah kejuruan didaerah cikarang timur, sangat
kebetulan didirikannya sekolah tersebut tidak terlalu jauh jaraknya dari tempat
tinggal ibu sarnih sekitar 5-10menit. Ibu sarnih berinisiatif untuk mendirikan
kantin pada sekolahan tersebut, kemudian ibu sarnih mencari tau siapa pemilik
sekolahan dan mencari tau siapa yang bertanggung jawab pada pembangunan
sekolahan tersebut. Setelah mengumpulkan informasi untuk mendaftar menjadi
salah satu pemilik kantin pada sekolahan tersebut, ibu sarnih bertemu dengan
Bpk Hanif selaku orang yang bertanggung jawab pada sekolahan menengah kejuruan
tersebut. Setelah dijelaskan dengan terperinci, ibu sarnih mendapatkan ijin
untuk berjualan namun tidak semulus dengan yang dipikiran ibu sarnih, karena jika
ibu sarnih ingin berjualan disekolah maka ibu sarnih harus membangun kantin
tersebut dengan uang pribadi karena pihak sekolah tidak menyediakan bangunan
untuk kantin. Diposisi lain ibu sarnih tidak memiliki uang banyak untuk membeli
bahan bangun, dengan menyicil sedikit demi sedikit membangun kantin akhirnya
selesai walau tidak terlalu besar. Dengan berjalannya waktu dan masuk ajaran
pertama pada sekolahan ibu sarnih berjualan dengan kondisi kantin yang tidak
terlalu menguntungkan karna sekolahan pada ajaran pertama hanya dihuni oleh
80-an siswa/i. lambat-laun hasil dari kantin mulai dirasakan dan ibu sarnih
mulai kewalahan dengan siswa/I yang semakin banyak karana disekolah ini hanya
ada satu kantin yaitu ibu sarnih. Kemudian ibu sarnih mulai menccari karyawan
untuk membantunya dalam melayani siswa/i bahkan para guru dan pengurus sekolah
lainnya. Kenapa diberikan kantin umi karena pada semua siswa/i memanggil ibu
sarnih dengan sebutan umi. Siswa/i setiap tahunnya selalu bertambah, semakin
sulit pula ibu sarnih untuk berbelanja keperluan kantin setiap harinya. Disaat
siswa/i mulai datang dipagi hari ibu sarnih harus sudah siap untuk membuat
makanan karena banyak siswa/I yang bersarapan disekolah. Setelah siswa/I masuk
ibu sarnih langsung bergegas berbelanja bahan-bahan masakan atau keperluan
kantin lainnya dan kembali sebelum siswa/I istirahat. Sekolahan tersebut salah
satu sekolah yang memiliki jadwal belajar yang padat, jam 07.00-15.00 siswa/I
belajar dan 15.00-17.00 siswa/I ekskul (walaupun tidak semua siswa/I yang
mengikuti ekskul). Begitu seterusnya kegiatan ibu sarnih dalam kesehariannya.
Setelah saya amati kegiatan ibu sarnih dalam keseharian, ibu sarnih adalah
salah satu wanita yang kuat dan gigih dalam berjualan atau berwirausaha.
Media promosi
Ibu sarnih mengaku tidak banyak
menggunakan media promosi karna berada dalam satu sekolah dan hanya ada satu
kantin dalam sekolahan tersebut. Selama ini ibu sarnih hanya berpromosi dari
tampilan makanan yang menarik dan pelayanan yang ramah.
Kendala Awal Dalam Membangun Usaha:
- Keuangan
yang pas-pasan bahkan kurang
- Belum
kenal dengan para siswa/i
- Susahnya
susahnya menyisihkan keuntungan untuk keperluan lain dari hasil pendapatan
dalam satu hari (karena ibu sarnih memulai semua dari nol dan dengan usaha
sendiri)
Kendala Sekarang Dalam Usaha:
- Semakin
sulit membagi waktu untuk berbelanja
- Kewalahan
dalam melayani siswa/I walau ditambah dengan dua pegawai
- Semakin
berkurangnya waktu untuk beristirahat
Sumber: www.google.com