Rabu, 15 Oktober 2014

Softskill "Sistem Informasi Akuntansi"



Nama    : Ramadhanu Tri Yuwana
Kelas     : 3DB07
Tugas    : Softskill Sistem Informasi Akuntansi
SIA (Sistem Informasi Akuntansi) Pada UKM (Usaha Kecil Menengah)
Pengertian UKM (Usaha Kecil Menengah)
Usaha Kecil Menengah atau yang sering disingkat UKM merupakan salah satu bagian penting dari perekonomian suatu negara maupun daerah, begitu juga dengan negara Indonesia. UKM  ini sangat memiliki peranan penting dalam lajunya perekonomian masyarakat. UKM ini juga sangat membantu negara atau pemerintah dalam hal penciptaan lapangan kerja baru dan lewat UKM juga banyak tercipta unit unit kerja baru yang menggunakan tenaga-tenaga baru yang dapat mendukung pendapatan rumah tangga. Selain dari itu UKM juga memiliki fleksibilitas yang tinggi jika dibandingkan dengan usaha yang berkapasitas lebih besar. UKM ini perlu perhatian yang khusus dan di dukung oleh informasi yang akurat, agar terjadi link bisnis yang terarah antara pelaku usaha kecil dan menengah dengan elemen daya saing usaha, yaitu jaringan pasar. Usaha Kecil dan Menengah disingkat UKM adalah sebuah istilah yang mengacu ke jenis usaha kecil yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Dan usaha yang berdiri sendiri.
Pengertian SIA (Sistem Informasi Akuntansi)
Sistem adalah sekelompok unsur yang erat berhubungan satu dengan lainnya yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Biasanya dibuat untuk menangani sesuatu yang berulang kali atau yang secara rutin terjadi.
Informasi adalah data yang berguna yang diolah sehingga dapat dijadikan sebagai dasar untuk mengambil keputusan yang tepat. Karakteristik informasi yang realible harus memenuhi syarat relevan, tepat waktu, akurat dan lengkap.
Sistem Informasi Akuntansi adalah sebuah sistem yang memproses data dan transaksi guna menghasilkan informasi yang bermafaat untuk merencanakan, mengendalikan, dan mengoperasikan bisnis.
Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah sistem informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah sistem informasi. Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :
  • Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
  • Memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
  • Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
Subsistem SIA memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.
SIA terdiri dari 3 subsistem:
  • Sistem pemrosesan transaksi
mendukung proses operasi bisnis harian.
  • Sistem buku besar/ pelaporan keuangan
  • Sistem Penutupan dan pembalikan. Merupakan pembalikan dan penutupan dari laporan yang dibuat dengan jurnal pembalik dan jurnal penutup
menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak.
Sistem SIA pada UKM “Kantin Ibu Sarni Sartika” di SMK Cikarang
Biodata
Nama pemilik: Sarni Sartika
Tempat, tanggal lahir : Bekasi, 05 maret 1972
Agama: Islam
Pendidikan: SD

Detail Usaha
Jenis Usaha: Usaha Kecil Menengah
Bentuk Usaha: Tempat Makan
Nama Usaha: Kantin Umi
Lokasi Usaha:  Jl. Citarik, Cikarang Timur
Waktu:  06.00-17.00 WIB
Didirikan tahun: 2003(hingga sekarang)

Menu yang disediakan:
-          Makanan:
1.      Nasi Goreng                                                                     RP.5000
2.      Nasi Uduk                                                                          RP.5000
3.      Mie Goreng                                                                      RP.6000
4.      Mie Rebus                                                                         RP.6000
5.      Gorengan (bakwan, tempe, tahu, jagung)          RP.1000/pcs
6.      Pisang goring                                                                    RP.1000
7.      Cemilan                                                                              RP.500-1000

-          Minuman:
1.      Teh (panas/dingin)                                                        RP.2000
2.      Es Jeruk (panas/dingin)                                               RP.2000
3.      Es kelapa                                                                            RP.1000
4.      Kopi                                                                                     RP.3000
5.      Aqua botol                                                                        RP.3000
6.      Aqua gelas                                                                        RP.500
7.      Bigcola                                                                                RP.3500
8.      Soft drink                                                                           RP.4000-6000

Asumsi Pendapatan Per Hari  (Hingga Sekarang)
Modal awal                                                                                         RP.5.000.000                                               
Biaya operasional total                                                  RP.35.00.000
Biaya sewa kantin                                                                            RP.400.000
Gaji karyawan @ 2*800                                                 RP.1.600.000                     
Belanja bahan masakan dll                                                           RP.10.000.000
Biaya tak terduga, spt penambahan peralatan                    RP.1.000.000     
Transport                                                                                            RP.420.000          
Omzet 1,5 jt/hari x 30 hari                                          RP.45.000.000
Keuntungan bersih 25% dari omzet                            RP.9.000.000

Sejarah Perkembangan Usaha
Pertama-tama didirikanlah sekolah menengah kejuruan didaerah cikarang timur, sangat kebetulan didirikannya sekolah tersebut tidak terlalu jauh jaraknya dari tempat tinggal ibu sarnih sekitar 5-10menit. Ibu sarnih berinisiatif untuk mendirikan kantin pada sekolahan tersebut, kemudian ibu sarnih mencari tau siapa pemilik sekolahan dan mencari tau siapa yang bertanggung jawab pada pembangunan sekolahan tersebut. Setelah mengumpulkan informasi untuk mendaftar menjadi salah satu pemilik kantin pada sekolahan tersebut, ibu sarnih bertemu dengan Bpk Hanif selaku orang yang bertanggung jawab pada sekolahan menengah kejuruan tersebut. Setelah dijelaskan dengan terperinci, ibu sarnih mendapatkan ijin untuk berjualan namun tidak semulus dengan yang dipikiran ibu sarnih, karena jika ibu sarnih ingin berjualan disekolah maka ibu sarnih harus membangun kantin tersebut dengan uang pribadi karena pihak sekolah tidak menyediakan bangunan untuk kantin. Diposisi lain ibu sarnih tidak memiliki uang banyak untuk membeli bahan bangun, dengan menyicil sedikit demi sedikit membangun kantin akhirnya selesai walau tidak terlalu besar. Dengan berjalannya waktu dan masuk ajaran pertama pada sekolahan ibu sarnih berjualan dengan kondisi kantin yang tidak terlalu menguntungkan karna sekolahan pada ajaran pertama hanya dihuni oleh 80-an siswa/i. lambat-laun hasil dari kantin mulai dirasakan dan ibu sarnih mulai kewalahan dengan siswa/I yang semakin banyak karana disekolah ini hanya ada satu kantin yaitu ibu sarnih. Kemudian ibu sarnih mulai menccari karyawan untuk membantunya dalam melayani siswa/i bahkan para guru dan pengurus sekolah lainnya. Kenapa diberikan kantin umi karena pada semua siswa/i memanggil ibu sarnih dengan sebutan umi. Siswa/i setiap tahunnya selalu bertambah, semakin sulit pula ibu sarnih untuk berbelanja keperluan kantin setiap harinya. Disaat siswa/i mulai datang dipagi hari ibu sarnih harus sudah siap untuk membuat makanan karena banyak siswa/I yang bersarapan disekolah. Setelah siswa/I masuk ibu sarnih langsung bergegas berbelanja bahan-bahan masakan atau keperluan kantin lainnya dan kembali sebelum siswa/I istirahat. Sekolahan tersebut salah satu sekolah yang memiliki jadwal belajar yang padat, jam 07.00-15.00 siswa/I belajar dan 15.00-17.00 siswa/I ekskul (walaupun tidak semua siswa/I yang mengikuti ekskul). Begitu seterusnya kegiatan ibu sarnih dalam kesehariannya. Setelah saya amati kegiatan ibu sarnih dalam keseharian, ibu sarnih adalah salah satu wanita yang kuat dan gigih dalam berjualan atau berwirausaha.

Media promosi
Ibu sarnih mengaku tidak banyak menggunakan media promosi karna berada dalam satu sekolah dan hanya ada satu kantin dalam sekolahan tersebut. Selama ini ibu sarnih hanya berpromosi dari tampilan makanan yang menarik dan pelayanan yang ramah.

Kendala Awal Dalam Membangun Usaha:
-      Keuangan yang pas-pasan bahkan kurang
-      Belum kenal dengan para siswa/i
-      Susahnya susahnya menyisihkan keuntungan untuk keperluan lain dari hasil pendapatan dalam satu hari (karena ibu sarnih memulai semua dari nol dan dengan usaha sendiri)

Kendala Sekarang Dalam Usaha:
-      Semakin sulit membagi waktu untuk berbelanja
-      Kewalahan dalam melayani siswa/I walau ditambah dengan dua pegawai
-      Semakin berkurangnya waktu untuk beristirahat

Sumber: www.google.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar